SANTRI KELAS VI SPM ULYA HAMIM AL-MASHDUQIAH IKUTI TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) NASIONAL GELOMBANG II KEMENAG.!

PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Al-Mashduqiah kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan Islam yang kompetitif dan terukur. Komitmen ini diwujudkan melalui keikutsertaan aktif santri Kelas VI SPM Ulya HAMIM Al-Mashduqiah dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Nasional Gelombang II yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.
Pelaksanaan TKA Gelombang II yang berlangsung pada 2–5 November 2026 ini diikuti oleh 51 santri Kelas VI SPM Ulya HAMIM Al-Mashduqiah, yang terdiri dari 17 santri putra dan 34 santri putri. Seluruh peserta mengikuti jalannya evaluasi dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan tertib. Program evaluasi berskala nasional dari Kemenag ini berfungsi memetakan kemampuan kognitif, mengukur kompetensi, serta menakar sejauh mana tingkat penguasaan materi pembelajaran yang telah diserap santri.
Pelaksanaan tes kali ini berbasis komputer (CBT) dan dipusatkan langsung di Lab Komputer Pondok Pesantren Al-Mashduqiah. Sebelum ujian dimulai, jajaran panitia dan pengawas di lingkungan pondok pesantren telah melakukan persiapan matang, mulai dari pengecekan kesiapan perangkat komputer, verifikasi administrasi kepesertaan, hingga pengarahan teknis mengenai tata tertib ujian demi kelancaran sistem digital.
Selama empat hari pelaksanaan, para santri diuji melalui instrumen soal terstandar yang dirancang untuk mengukur:
■ Kemampuan berpikir kritis dan pemahaman mendalam pada materi pembelajaran.
■ Kemampuan literasi dan numerasi wajib (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika).
■ Keterampilan menganalisis serta memecahkan masalah (problem solving).
Didampingi pengawasan ketat untuk memastikan integritas dan suasana yang kondusif, ujian berbasis komputer ini berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti. Melalui agenda nasional Kemenag ini, Pondok Pesantren Al-Mashduqiah optimis dapat terus mencetak lulusan Kelas VI SPM Ulya HAMIM Al-Mashduqiah yang tidak hanya kokoh secara spiritual, melainkan juga unggul serta memiliki daya saing akademik yang tinggi di tingkat nasional.
