Berita

27 SANTRI SPM WUSTHO HAMIM AL-MASHDUQIAH LOLOS FINAL OMNAS 2026 ANTAR PROVINSI, SIAP BERKOMPETISI DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Dokumentasi: Santri Putra yang lolos pada OMNAS 2026

PROBOLINGGO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri SPM Wustho Hamim Al-Mashduqiah. Sebanyak 27 santri berhasil melaju ke babak Final Antarprovinsi Olimpiade Nasional (OMNAS) setelah mengikuti babak penyisihan yang berlangsung di SMK Negeri 2 Kota Probolinggo pada 27 September 2026.

Keberhasilan ini menjadi capaian positif bagi lembaga. Dari 38 santri yang diikutsertakan, terdiri atas 17 santriwan dan 21 santriwati, sebanyak 27 santri berhasil memperoleh tiket menuju babak final. Para peserta tersebut lolos melalui tiga bidang kompetisi, yakni Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris Level 4. Salah satu peserta berhasil lolos pada dua bidang sekaligus, sehingga terdapat 28 capaian kelulusan bidang lomba dari 27 santri.

Dokumentasi: Santri Putri yang lolos OMNAS 2026

Selanjutnya, para peserta yang lolos akan mengikuti Final Antarprovinsi OMNAS yang diselenggarakan oleh Emerald Education pada 12 Desember 2026 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Dalam mengikuti kompetisi tersebut, seluruh peserta didampingi oleh empat ustadz dan ustadzah. Pendampingan ini merupakan bagian dari tanggung jawab pesantren dalam memastikan keamanan, kedisiplinan, serta kelancaran para santri selama mengikuti kegiatan di luar lingkungan pondok pesantren.

Rangkaian perlombaan dimulai setelah rombongan tiba di lokasi pada pukul 07.04 WIB. Kompetisi berlangsung dalam tiga sesi, yakni Bahasa Inggris pada pukul 07.30–09.00 WIB, Sains pukul 09.30–11.00 WIB, dan Matematika pukul 11.30–13.00 WIB.Keikutsertaan santri dalam ajang OMNAS bukan sekadar upaya untuk meraih kemenangan, melainkan bagian dari ikhtiar pendidikan pesantren dalam mengembangkan potensi akademik, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik. Melalui kompetisi ini, para santri didorong untuk terus meningkatkan semangat belajar, baik dalam mata pelajaran Muallimin maupun berbagai disiplin ilmu umum.

Lebih dari itu, partisipasi ini menjadi salah satu wujud nyata bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu keagamaan. SPM Wustho Hamim Al-Mashduqiah berupaya menghadirkan pendidikan yang menyeluruh dengan memadukan pendalaman ilmu agama dan pengembangan pengetahuan umum. Keduanya merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berwawasan luas, serta memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan zaman.

Keberhasilan 27 santri menembus babak final juga memberikan pesan bahwa tradisi keilmuan pesantren dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kompetensi akademik. Santri tidak hanya memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan dalam kajian kitab kuning dan ilmu keagamaan, tetapi juga mampu berkompetisi dalam bidang sains, matematika, dan bahasa Inggris.

Capaian ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta dan lembaga, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus mengembangkan potensi diri, memperluas cakrawala keilmuan, dan berani mengambil kesempatan untuk meraih prestasi di berbagai bidang.

Kini, 27 santri tersebut bersiap melanjutkan perjuangan pada Final Antarprovinsi OMNAS di Universitas Negeri Surabaya. Keikutsertaan mereka di babak final diharapkan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama baik SPM Wustho Hamim Al-Mashduqiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *